Pengertian Disket, Fungsi Dan Cara Kerjanya Pada Komputer

Disket memiliki nama lain yaitu floppy. Disket merupakan salah satu bagian dari perangkat komputer yang digunakan untuk menyimpan data. Namun sekarang disket sudah tidak ditemukan lagi eksistensinya. Fungsinya diganti oleh perangkat lain yang lebih modern. Namun, tidak ada salahnya Anda menyimak pengetahuan dasar seputar pengertian disket, fungsi dan cara kerjanya.

Disket mulai digunakan secara massal pada tahun 1984 di Negeri Paman Sam. Disket yang saat itu digunakan adalah buatan Sony, kemudian digunakan pertama kali oleh Apple Comuter. Disket tersebut dipasangkan pada perangkat komputer Macintosh, dan setelah itu Apple Comuter menetapkan format standar untuk sebuah disket.

 

Pengertian Disket

Pengertian disket secara dasar adalah sebuah cakram dengan komponen magnetik yang berkapasitas kecil. Kapasitas penyimpanan pada disket hanya mencapai 1.44 MB. Disket memiliki berbagai macam warna, misalnya hitam, kuning, putih, dan abu-abu. Selain Sony, berbagai brand juga bersaing dalam pembuatan disket, misalnya mitsubishi dan IBM.

Meskipun memiliki kapasitas penyimpanan sangat kecil, disket dijual secara “melimpah” di pasaran. Sehingga setiap orang bisa memiliki banyak disket untuk kebutuhan penyimpanan dokumen-dokumen mereka. Jika dibandingkan dengan era sekarang, kapasitas 1,44 MB pada disket setara dengan 3 file dokumen PDF.

 

Fungsi Disket

Disket berfungsi sebagai media penyimpanan yang berkarakter removeable, artinya disket bisa dilepas dan dipasangkan kembali pada perangkat komputer dengan mudah. Disket akan menyampaikan informasi isi dokumen kepada sistem yang ada dalam komputer. Sebaliknya, disket juga bisa menerima informasi baru dari sistem komputer asalkan kapasitas masih tersedia.

Saat ini fungsi disket sudah tidak dapat memberikan manfaat yang signifikan karena kapasitasnya yang sangat kecil. Fungsinya sudah tergantikan oleh media yang lebih canggih dan modern, misalnya flasdisk. Hal ini karena seiring dengan kemajuan di bidang teknologi informasi, maka orang-orang membutuhkan media penyimpanan berkapasitas besar untuk menyimpan berbagai macam dokumen.

 

Cara Kerja Disket

Disket memiliki prinsip kerja yang sedikit lambat karena melalui beberapa tahapan. Cara kerjanya diawali dengan adanya perintah dari pengguna komputer. Kemudian perangkat komputer akan meneruskannya pada komponen hardware atau perangkat keras. Setelah itu baru sebuah perintah atau data akan ditulis oleh disket yang sudah terpasang pada perangkat komputer.

Saat proses penulisan data, floppy pada disket akan berputar. Hal ini disebabkan oleh peran kontroler yang menghidupkan motor disket agar segera bekerja memproses data. Di dalam disket terdapat sebuah sector, yakni segmen-segmen kecil yang ada di piringan bundar disket. Selanjutnya stepper motor akan  bekerja untuk menempatkan “heads” agar bisa berada pada “track” berikutnya.

Proses pemindahan “track” disebut dengan access time. Penempatan data pada disket berlangsung dengan menggunakan magnet yang ada pada media perekaman atau recording. Sebelum data dari pengguna komputer ditulis pada disket, sistem erase coil akan lebih dulu membersihkan sector. Head write disket memiliki ukuran lebih besar dibanding dengan sector sebagai tempat menulis data.

Kemudian proses penulisan data pun berlangsung beberapa saat. Setelah semua data telah selesai ditulis, floppy disket akan berhenti berputar. Disket pun menunggu untuk menjalankan perintah selanjutnya dari pengguna komputer, apakah akan dilepas atau menerima informasi baru.

 

Baca Juga : Macam-Macam Hardware dan Fungsinya Pada Komputer

 

Sekarang Anda telah menyimak seluk beluk disket. Mulai dari pengertian disket, fungsi, hingga cara kerjanya. Bagi Anda yang pernah menggunakan disket, pasti sudah paham kelemahan dan kelebihan dari disket. Meski demikian, disket tetap berjasa pada zamannya.

Leave a Reply