Pengertian Kabel Jaringan, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

Teknik Komputer Jaringan adalah teknik  yang  memperlajari tentang instalasi LAN (local area network), mempelajari program-program PC, memperbaiki PC, dan cara instalasi PC. Ketika sudah berhubungan dengan jaringan, maka anda perlu untuk mengetahui jenis kabel jaringan yang berbeda sesuai dengan topologi jaringan yang dibangun. Penasaran seperti apa? Yuk simak dengan seksama Pengertian dari kabel jaringan berikut!

 

Pengertian Kabel Jaringan dan Fungsinya

Kabel jaringan merupakan alat yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal dari satu tempat ke tempat lain, yang terbuat dari tembaga yang dibungkus dengan pelindung. Dengan adanya kabel, maka terbentuklah berbagai macam jenis jaringan. Apapun jenis kabel jaringan, tidak bisa berdiri sendiri dan harus didukung dengan perangkat keras lainnya. Dengan adanya kabel, jangkauan jaringan akan lebih luas dari pada penggunaan wireless yang memanfaatkan sinyal radio untuk transmisi data.

Kelebihan lain jika menggunakan kabel, biaya yang dibutuhkan untuk membangun sebuah jaringan relatif lebih murah daripada jaringan wireless. Aktivitas transmisi data menggunakan kabel juga lebih kecil resikonya terkena gangguan cuaca dibanding dengan wireless. Namun jika diintip dari sisi kekurangannya, untuk membuat jaringan yang luas dibutuhkan kabel yang banyak dan saluran kabel harus ditata rapi dan diberi pelindung agar kabel tidak gigit tikus.

Baca Juga : Pengertian Topologi Jaringan dan Jenis-jenisnya Yang Harus Diketahui

 

Jenis-Jenis Kabel Jaringan

Kabel Twisted Pair

Kabel jaringan ini terdiri dari beberapa kabel yang berpasangan. Kabel twisted pair dibagi  menjadi tiga, yaitu UTP (Unshielded Twisted Pair), STP (Shielded Twisted Pair) dan FTP (Foil Twisted Pair). Kabel UTP adalah kabel yang terbuat dari tembaga dan mempunyai isolasi yang mampu melindungi kabel dari kerusakan fisik, tetapi kabel UTP tidak memiliki pelindung dari gangguan elektromagnetik. Namun jangan khawatir, kualitas kabel ini sudah memenuhi standar dan banyak digunakan karena harganya lebih terjangkau.

Kemudian kabel STP yang tidak jauh berbeda dengan UTP dan FTP, tetapi yang menjadi keistimewaan pada kabel ini adalah protektor dalam kabel yang berlapis-lapis. Kekuatan perlindungan pada kabel STP tidak perlu diragukan lagi, jika cable jacket pada kabel FTP dibuka, maka anda akan melihat Foil shielding dan Braided Shielding Insulator. Namun karena bentuk kabel yang terlalu tebal, jenis kabel jaringan ini termasuk kategori kabel yang kurang fleksibel.

Sedangkan untuk kabel FTP, fungsinya tidak jauh berbeda dengan kabel UTP yang digunakan untuk media transmisi dalam pembuatan jaringan berbasis Global atau LAN. Namun dari segi kualitas, kabel FTP lebih baik dari pada kabel UTP. Kabel FTP memiliki ketahanan terhadap gangguan elektromagnetik, harganya terjangkau, dan proses instalasinya yang mudah. Namun proses pengiriman data pada kabel FTP cenderung lebih lambat ketimbang kabel yang lainnya.

 

Kabel Fiber Optik

Kabel yang digunakan untuk jaringan memiliki jenis yang berbeda. Kabel  yang berbeda jenis ini disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi lapangan, dan jenis topologi. Ada 3 jenis kabel jaringan yang biasa digunakan yaitu Kabel Fiber Optik, yang dirancang dengan serat tembaga sebagai media transmisinya. Kelebihan kabel fiber optik adalah tidak mudah disadap, bandwith yang besar hingga 1GB, menjangkau wilayah yang luas hingga 20  km, dan tahan dari gangguan elektromagnetik.

Bukan hanya itu saja kelebihan kabel fiber optik, dari segi bahan yang digunakan bisa dibilang awet dan biaya perawatannya juga lebih murah. Jika dilihat dari segi kualitasnya, harga kabel fiber optik lebih mahal karena terbuat dari bahan yang bagus. Kemudian proses instalasi  kabel ini bisa dibilang cukup rumit sehingga memerlukan alat bantu dan tenaga yang benar-benar ahli jika terjadi kerusakan.

 

Kabel Coaxial

Jenis kabel jaringan kedua adalah kabel coaxial, yang terdapat 2 buah konduktor didalam kabel. Kabel pertama terletak di tengah kabel, berupa inti kawat tembaga dengan bentuk padat. Kabel kedua terletak di metal shielded yang berfungsi sebagai protektor kabel. Kabel coaxial sangat cocok jika digunakan untuk sebuah jaringan yang memiliki bandwith tinggi. Harga kabel coaxial lebih terjangkau dari pada jenis kabel lainnya.

Kelebihan kabel coaxial lainnya adalah kecepatannya dalam transmisi data, sehingga menghasilkan transmisi yang cepat dan meluas. Proses pemasangan kabel coaxial cukup rumit dan butuh ketelitian yang tinggi tapi tetap mudah dilakukan. Jenis kabel jaringan ini rentan terhadap temperatur dan suhu yang ekstrim, dan membutuhkan repeater  untuk agar bisa menjangkau wilayang yang lebih luas.

 

Cara Merawat Kabel Agar Tetap Awet

Ketika proses instalasi kabel selesai, jangan lupa untuk tetap mengontrol dan merawat kabel secara rutin. Perawatan kabel seringkali disepelekan sehingga menyebabkan kegiatan transmisi data terganggu. Letakkan kabel pada posisi strategis yang aman dari gesekan, dan jika anda terpaksa meletakkan kabel ditempat yang sering dilewati, maka gunakanlah pipa kecil atau solasi yang tebal sebagai protektor kabel.

 

Baca Juga : Electrical Cable

 

Itulah Pengertian Kabel Jaringan dan berbagai model kabel yang sering digunakan untuk membangun sebuah jaringan. Terdapat beberapa topologi jaringan yang harus anda ketahui sebelum membangun jaringan, yaitu Topologi Ring, Topologi Star, Topologi Bus, dan Topologi Mesh, dan masih banyak topologi jaringan yang harus anda ketahui. Setiap topologi memerlukan kabel yang berbeda. Semoga artikel ini bermanfaat!

Leave a Reply