Perbedaan Bitmap Dan Vektor Dari Berbagai Sisi

Istilah bitmap dan vektor pasti sudah tidak asing lagi bagi para desainer grafis. Kedua istilah ini merupakan sebutan untuk format output gambar atau grafis. Sekilas terlihat mirip, namun untuk desainer grafis harus paham betul perbedaan keduanya. Dalam artikel ini akan dijelaskan perbedaan bitmap dan vektor secara detail.

 

Pengertian & Perbedaan Bitmap Dan Vektor

Kedua format tersebut memiliki perbedaan yang mendasar, yakni dilihat dari definisi masing-masing format. Format bitmap atau disebut juga raster, adalah suatu desain yang terdiri dari susunan titik-titik atau pixel yang telah tersimpan pada perangkat komputer. Setiap titik hitam putih pada bitmap dinilai dengan satuan 1 bit data, dan akan lebih besar nilainya saat titik tersebut berwarna.

Sedangkan format vektor adalah suatu gambar atau grafis digital yang disusun oleh perhitungan matematis. Format ini memiliki kualitas yang cukup bagus, karena di dalamnya terdapat titik dan garis yang jumlahnya sangat banyak. Penggabungan titik dan garis akan membentuk sebuah objek.

 

Berdasarkan Ukuran

Gambar dengan format vektor memiliki ukuran lebih kecil dibandingkan format bitmap. Meskipun vektor memiliki ukuran file lebih kecil namun, bukan berarti resolusi juga kecil. Pasalnya, vektor tidak tergantung dengan resolusi, hal ini berbeda dengan format bitmap. Format bitmap berbanding lurus dengan resolusi, semakin besar resolusi maka semakin jelas tampilan grafisnya.

 

Kualitas Zoom

Berkaitan dengan perbedaan sebelumnya, perbedaan bitmap dan vektor juga dapat dilihat saat gambar diberikan tindakan zoom atau perbesaran. Gambar bitmap bisa pecah saat diperbesar, apalagi saat memiliki resolusi yang kecil. Sebaliknya, pada format vektor  meski dilakukan perbesaran Anda tidak akan melihat gambar yang pecah karena vektor tidak berkaitan dengan resolusi.

 

Kecepatan Transfer File

Dengan perbedaan ukuran dan resolusi file, tentu akan mempengaruhi kecepatan dalam mentransfer file dari satu perangkat ke perangkat yang lain. Format vektor dengan ukuran file lebih kecil akan lebih cepat proses transfernya dibandingkan dengan format bitmap. Biasanya pada bitmap, akan terkendala ukuran dan resolusi yang tinggi sehingga dapat memperlambat proses transfer file.

 

Karakter Grafis

Dilihat dari karakter grafis, format bitmap bisa digunakan untuk grafis yang realistis seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan sebagainya. Sedangkan vektor cocok untuk desain sebuah halaman, ilustrasi gambar, maupun membuat desain font.

 

Format Penyimpanan

Format penyimpanan pada bitmap menggunakan JPEG, BMP, JPG, PNG, GIF dan TIFF. Sedangkan format vektor biasanya berupa CDR, DWG, AI, SVG, dan lain-lain. Anda bisa menggunakan pilihan format-format tersebut sesuai kebutuhan desain.

 

Kecepatan Membuka File

Pada saat Anda membuka file vektor, waktu yang dibutuhkan akan sedikit lama dibandingkan dengan membuka file bitmap. Hal ini karena format vektor terdiri atas susunan gambar yang telah banyak memakan kapasitas RAM pada perangkat komputer. Terlebih lagi apabila komputer Anda memiliki kekuatan RAM yang kecil, maka akan semakin lama proses membuka file vektornya.

 

Jenis Warna

Perbedaan berikutnya adalah terkait warna-warna yang dimiliki kedua format tersebut. Pada format bitmap, warna yang ditampilkan terlihat lebih nyata. Karena pada bitmap terdiri atas pixel-pixel yang dapat membentuk gambar nyata yang berkualitas. Sedangkan pada format vektor, Anda perlu menganalisis warna terlebih dahulu agar menemukan gradasi warna yang tepat.

 

Baca Juga : Software Edit Foto dan Desain Grafis Terbaik Untuk PC

 

Itulah penjelasan detail tentang perbedaan bitmap dan vektor. Dengan demikian Anda tidak lagi bingung dalam membedakan gambar berformat bitmap maupun vektor. Bagi Anda yang berprofesi sebagai desainer grafis, artikel ini dapat semakin membantu Anda dalam membuat proyek desain sesuai kebutuhan klien Anda.

Leave a Reply